Main menu:

Counter: 9138

Site search

Categories

July 2009
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Tags

Blogroll

Islam

Pesawat Impian

Tak seperti biasanya hari ini saya ingin sekali mampir di hanggar, karena biasanya hanya lewat saja. Kebetulan area berlatih aeromodelling di dekat hanggar.  Siang ini saya mampir ke hanggar FASI DIY, kebetulan Pak Arif sedang melakukan perawatan pesawat, nampaknya pak Arif memang perlu bantuan untuk mendorong pesawat ke luar hanggar untuk pemanasan mesin. Akhirnya membantu pak Arif menarik pesawat keluar hanggar dan menarik kabel panjang ke mobil untuk dibantu start pake aki mobil karena ternyata aki di dalam pesawat tekor karena jarang diterbangkan. Wah nanti bisa berkarat lho pak Arif, kalau lama nggak diterbangkan, sebenarnya kalau sudah bosan saya juga mau lho pak… eh becanda lho pak Arif.

Semua berawal dari mimpi, kemudian menjadi kenyataan. Memang tidak semua impian akan menjadi kenyataan, namun dengan mimpi hidup menjadi penuh dengan semangat dan bertenaga. Meskipun sekarang ini saya baru punya pesawat RC model (RC aeromodelling) namun kelak jika Allah SWT memberi kelebihan rizqi pesawat seperti ini bukan cuma mimpi. Ayo semangat….!

Glow Heater Driver dengan Lipo 2 atau 3 cell

Bagi anda pemain RC engine dengan bahan bakar nitro tentunya sudah tidak asing lagi denagn glow plug heater. Biasanya glow plug heater ini berisi battery NiCad 1.2 volt, yang biasanya hanya bertahan untuk sekitar 10x starter. Padahal sekali start belum tentu selalu berhasil sehingga harus mengulang beberapa kali. Kalau saya setiap kali start harus mengulang 2 sampai 3 kali, itu artinya efektifnya hanya untuk 3 sampai 5 kali pake dan  harus charge lagi sekitar 18 jam. Betapa reportnya ketika sedang dilapangan glow heater anda macet atau kehabisan tegangan dan harus menunggu lama untuk charge lagi.

Sekarang anda tidak perlu pusing dengan masalah glow heater yang cepat habis batterynya. Saya telah mencoba membuat sendiri glow heater dg menggunakan penurun tegangan metode Switching / PWM yg jauh lebih hemat battery dan tentu saja chargingnya juga lebih cepat karena bisa menggunakan  battery LiPo 2 atau 3 cell atau juga bisa dengan aki 12 Volt. Insya Allah segera saya buat dalam jumlah banyak untuk anda yg berminat bisa memesan langsung ke saya via emai thoha1000bintang@yahoo.com

3DX Singapore 2009 Competition

My friend Mas Agus Susilo from Yogyakarta went to Singapore 3DX Competion on Thusday, June 4th 2009.  The competition schedulled on june 6th and 7th. I’m still waiting for the result of the competition to display on the web page.

This is the report:

The candidat from Indonesia:

from left to right: Agus Susilo, Royke Hendra, Agus lie, Gusti Benardiansyah.


3dx Singapore 09 day 1 - Agus Susilo (Indonesia)


3Dx singapore 09 day 2 Agus Susilo (Indonesia)

FPV Remote Control Flight System

Its my lates FPV system setup after trial flight. Some component of the system is DIY and modified.

I found new problem in my FPV system, that is a delay time from camera to LCD screen. I thing its the ordinary problem using LCD monitor, because the digital monitor uses the ADC (analog to digital converter) to convert the analog signal from the camera to the LCD monitor that takes a bit of time. In my case the delay times is about 0.5 second. We must pay the problem if use a high speed aircraft such a rc jet. The delay about 0.5 second is very dengerous in high speed aircraft. So I’m looking for the better LCD screen to get high speed ADC.

FPV Seribubintang melintas di Airport Adisucipto Yogyakarta

Setelah mengalami beberapa kali kegagalan dan melalui beberapa kali revisi akhirnya pesawat FPV dari seribubintang berhasil terbang dengan selamat. Berikut ini video yg kami rekam, karena besarnya file terpaksa resolusi kami kurangi agar tidak menyita waktu untuk kami upload ke youtube.

Karena terlalu panik saat take off kami hampir lupa mengaktifkan video recorder, sehingga baru terekam saat pesawat mengudara. Kebetulan pada saat kami melintas dekat runway ada pesawat yg sedang landing, berikut ini hasil capturenya.

Persiapan sebelum terbang

Pilot terlihat kecil sekali dari kamera pesawat.

Sementara rute penerbangan masih kami batasi untuk mencegah hal-hal buruk yg mungkin saja bisa terjadi. Inysa Allah untuk penerbangan berikutnya rute bisa diperluas lagi.

Arfa Randhawa, Wanita Istimewa di Usia Belia

Banyak orang memperoleh sertifikat Microsoft Profesional diusia 20 tahunan. Tapi ini tidak untuk Arfa Randhawa

Hidayatullah.com—Amjad Karim kaget luar biasa. Belum pernah ia mendapati –bahkan mungkin—membayangkan hal istimewa sebelumnya dari putrinya. “Saya melihat dia melakukan sesuatu yang luar biasa, membuat prersentasi,” kata, Amjad Karim, yang baru saja menghadiri undangan  Microsoft minggu ini.

Ya, itulah Arfa Karim Randhawa (10), adalah gadis muslim asal Ram Deepavali, Faisalabad, Pakistan ini adalah pemegang sertifikat ‘insinyur’ Microsoft termuda.

Pada 2004, gadis muda yang tinggal di Pakistan ini telah menjadi berita dunia ketika ia memperoleh sertifikat itu pada usia 9 tahun.

Keberhasilan Arfa bukan hal umum yang membuat dirinya berbeda dari kebanyakan gadis seusianya di dunia, mencuat di Pakistan - sebuah negara dimana 50 persen dari gadis sebayanya buta aksara.

Pada saat yang bersamaan keberhasilan Arfa juga merupakan sebuah testamen bagi keluarganya yang melihat kemampuannya dan lalu memupuknya.

Kini umurnya 13 tahun, Arfa tetap seorang anak yang penuh percaya diri dan pandai mengeluarkan pendapatnya. Dia menerima kedatangan saya di beranda rumah keluarganya di Lahore, untuk duduk ngobrol tentang keberhasilan dan rencana masa depannya.

Menurut neneknya, ketika Arfa masih berumur dua setengah tahun ia dapat menghafal cerita tertulis maupun lisan dalam bahasa yang berbeda.

Pada umur delapan tahun, ayahnya menyadari bahwa Arfa dapat mengerjakan pekerjaan tingkat lanjut di kom-puter, seperti mengoperasikan Microsoft Office dengan lancar. Ayahnya, Sohail, memasukkannya ke institut komputer setempat di kota asalnya, Faisalabad, APTECH (Applied Technologies) Computer Institute.

Di institut itu, bakatnya dengan cepat nampak dan segera ia mengajarkan  bahasa komputer tingkat dasar bagi murid yang lebih tua. Pada 2004, Sohail, mendorong Arfa yang waktu itu berumur sembilan tahun, untuk menempuh ujian pertamanya agar memperoleh sertifikat Microsoft Professional

Berita tentang keberhasilannya menyebar sehingga ia diundang untuk mengunjungi pusat Microsoft di Redmond, Washington, dimana ia bertemu Bill Gates.

Dia diwawancarai oleh banyak wartawan internasional dan menerima sejumlah penghargaan di rumahnya.

Setelah Somasegar, Wakil Senior, Developer Division di Microsoft, menemui Arfa, ia menulis tentang Arfa dalam blog-nya.

“Saya sangat senang bertemu Arfa dan memperoleh sebuah kesempatan memahami apa yang mendorong Arfa bekerja keras untuk mencapai keberhasilan pada usia yang sedemikian muda,” tulis Somasegar.

“Saya angkat topi untuk orang tua Arfa yang membimbing kegemaran dan bakatnya dan memberinya peluang untuk belajar dan tampil unggul.”

Orang tua Arfa benar-benar sangat berperan dalam membantunya mengembangkan bakatnya melalui komputer. Ibu Arfa, Samina Amjad, memancarkan ketenangan dan kebulatan tekad, khususnya pada hal-hal yang menyangkut anaknya.

“Saya tidak bekerja di luar rumah, tetapi saya abdikan untuk keperlu-an ketiga anak saya sehingga mereka dapat mencapai potensi tertinggi mereka,” kata  Samina.

Samina mengatakan bahwa biasanya ia mengantar Arfa satu jam berkendaraan dari Rawalpindi ke ibu kota Pakistan, Islamabad, untuk sekolah. Agar hemat uang untuk pendidikan anak-anaknya, ia memilih untuk meng-antar sendiri anak-anaknya.

“Revolusi” Pakistan

Di Pakistan, kebanyakan perempuan tidak mengemudikan kendaraan sedemikian jauh dan lebih banyak mempekerjakan seorang sopir.

Ayah Arfa telah menjual banyak barang yang dimilikinya untuk membiayai pendidikan Arfa. Ia baru-baru ini pensiun dari ketentaraan Pakistan sehingga memungkinkan keluarganya untuk pindah ke Kanada demi pendidikan anaknya.

Meninggalkan Pakistan bukan pilihan pertama bagi Arfa dan keluarganya, tetapi mereka mengerti bahwa Arfa dan saudara lelakinya membutuhkan sumber dana dan lingkungan yang dapat membantu mengembangkan bakat mereka. Mereka merasa bahwa kualitas pendidikan di Pakistan, tidak sebaik dan tidak seternama (secara international) di Amerika.

“Anak berbakat membutuhkan tantangan, bila tidak mereka akan merasa bosan dan menjadi sesuatu yang negatif,” kata Arfa.

“Bangsa Pakistan bukanlah tidak baik, mereka hanya tidak berpandangan jauh ke depan,” komentar Arfa dalam pemikirannya tentang mengapa pemerintah Pakistan tidak mendukungnya secara finasial atau sebaliknya.

Samina berpikir Pakistan sebagai bangsa tidak memahami pentingnya mengasuh/mendidik dan menyokong bakat generasi mudanya dan dapat memberi arti apa bagi keberhasilan negerinya.

Arfa berada pada jalur cepat untuk menyelesaikan SMA-nya di Pakistan, dan dia berharap masuk MIT atau Universitas Harvard di Amerika.

Kini ia menginginkan seorang pembimbing, seperti orang tuanya dan guru yang mengajarnya sebelumnya, Sohail di APTECH, untuk memandu perjalanan profesionalnya yang selanjutnya.

“Saya butuh polesan, seperti intan hitam membutuhkan gosokan hingga keindahannya dapat terlihat,” jelas Arfa.

Arfa juga mengatakan dia ingin menggunakan bakatnya untuk membuat kondisi manusia jadi lebih baik. “Cita-cita saya adalah untuk mendapatkan sebuah posisi yang dapat memungkinkan diri saya dapat membantu masyarakat, khususnya anak-anak Pakistan,” kata Arfa.

Kenyataannya, keluarga Randhawa telah memulai membantu anak-anak Pakistan. Arfa dan keluarganya mengawali sebuah organisasi nirlaba yang dinamakan The Arfa Kiram Welfare Foundation di desa keluarganya, dekat kota Faisalabad.

Yayasan itu menyediakan pendidikan komputer bagi remaja putri usia sekolah, dan memiliki laboratorium yang sepenuhnya dikelola oleh guru perempuan di SMA lokal untuk perempuan.

Walaupun kisah Arfa ini tidak umum, tidak sulit untuk dibayangkan bahwa banyak remaja putri dan putra berpotensi di Pakistan yang mungkin akan berkembang jika diberikan sebuah lingkungan pendidikan, sumber dana, dan keluarga yang dapat mengenali serta mendukung bakat mereka.

Atas keberhasilan ini, markas Microsoft di Redmond Amerika Serikat manghadiahi Randhawa tur keliling dan  bertemu secara langsung pendiri perusahaan itu, Bill Gates.

Sepanjang perjalanan tur, Randhawa tak henti-hentinya bertanya pada Gates. Termasuk sempat mengkritik kebijakan Gates  mengenai kenapa anak-anak belum boleh bekerja untuk Microsoft. Randhawa juga sempat menanyakan berapa komposisi jumlah pekerja antara pria dan wanita di perusahaan itu.

Gara-gara pertanyaan Randhawa pula, pemegang sertifikat Microsoft Certified Application Developer, berani menasihati Gates agar adil dalam mempekerjakan pria dan wanita tanpa membedakan gender. [Epoch Times/erb/cha/www.hidayatullah.com]

AA Gym Disambut Haru Umat Islam dan Kristen di Palu

Ceramah Ust. Abdullah Gymnastiar disambut haru oleh warga muslim dan kristen Palu Palu– Kedatangan KH Abdullah Gymnastiar ke Palu disambut rasa haru dan tetesan air mata oleh umat Muslim maupun warga Kristen. Bahkan waktu di Tentena pimpinan Pondek Pesantren Daarut Tauhiid Bandung tersebut dikerubuti dan dipeluk umat Kristiani.

Dalam tablig akbar bertema Kerukunan dan Ketakwaan yang diikuti lebih 10 ribujemaah –termasuk warga Kristiani di Masjid Agung Darussalam Palu– AA Gym sapaan akrab Gymnastiar, mengatakan setiap perilaku manusia tergantung hatinya, sembari meningatkan hati yang berpenyakit dapat merusak keutuhan bangsa.

Menurut dai yang namanya kian menanjak tersebut jika buta mata hanya tidak melihat dunia, tetapi jika hatinya yang buta tidak bisa lagi melihat kebenaran. “Mereka inilah yang kacaukan bangsa ini,” tuturnya dengan gaya melantunkan lagu.

Puluhan ribu jemaah yang sebahagian besar kaum hawa, seperti terhipnotis mengikuti ceramah AA Gym yang berlangsung sekitar satu jam. Bahkan diakhir tablig sebagaian besar dari mereka sempat menteskan air mata karena terharu dengan siraman rohani yang disajikan dai yang kini sangat digandrungi semua kelompok usia, terutama ibu-ibu, karena penampilannya yang selalu memikat para jemaah yang mengikuti ceramahnya.

Pimpinan Pondek Pesantren Daarut Tauhiid Bandung (Jawa Barat) ini berkunjung ke Sulawesi Tengah mengemban tugas yang bebankan Menko Kesra Yusuf Kalla, yakni menyejukkan masyarakat Poso yang sempat terombang ambing oleh konflik bernuansa SARA selama hampir empat tahun berlangsung di daerah itu. AA Gym tidak hanya berceramah di hadapan komunitas Muslim di Kota Poso, namun mengunjungi juga Tentena yang merupakan basis umat Kristiani guna memberi siraman rohani. Kedua komunitas yang berseteru di Poso itu sangat antusias menyambut hangat kehadiran AA Gym di daerahnya, bahkan di Tentena jemaah dari umat Kristiani mengerubuti dan memeluknya dengan penuh keharuan.

Toleransi kehidupan antarumat beragama di Poso yang sempat tercabik-cabik akibat konflik tersebut telah meninggalkan nokta yang sulit terlupakan bagi masyarakat di Poso karena menelan korban jiwa lebih 2.000 orang dari kedua kelompok tersebut. Krisis sosial yang terjadi di Poso itu semua hanya berawal dari peristiwa remaja yang mabuk-mabukan, kemudian meluas hingga menjerumuskan umat muslim dan kristiani ke dalam peritikaian yang mengenaskan. Kerusuhan tersebut mulai mereda setelah Menko Kesra Yusuf Kalla memprakarsai pertemuan pemuka agama dan tokoh masyarakat di Poso di Kota kecil Malino, Sulawesi Selatan, yang kemudian melahirkan Deklarasi Malino Damai untuk Poso.

Pada pertemuan lanjutan yang digelar di Palu setelah Deklarasi Malino berusia enam bulan, kedua pihak yakni Islam dan Kristen sepakat menjadikan setiap perusuh di Poso setelah deklarasi tersebut dijadikan sebagai musuh bersama. Namun ledakan bom agaknya belum bisa hilang dari Poso maupun Palu. Tugas berat semua pihak masih menghadang. Dan kehadiran KH A Gymnastiar di Poso, Palu, maupun Tentena diharapkan oleh semua pihak khususnya pemuka agama Islam dan Kristen dapat mengugah kembali pengikut kedua agama terbesar di Indonesia itu bahwa Islam dan Kristen dapat hidup berdampingan di bawah payung Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Ant/Her/OL-01)

Penangkapan Rabbi, Buktikan Yahudi Sebagai Kaum Bejat!


Israel Beberkan Ulah Cabul Mantan Presidennya!, Moshe Katsav tertunduk malu

TEL AVIV – Sejumlah keluhan mengenai pelecehan seksual yang dilakukan oleh rabbi kepala di Kiryat Bialik bermula sejak 18 bulan yang lalu.

Namun, tuntutan tersebut tidak pernah dapat menembus sistem hukum Israel, dan satu-satunya akibat yang menimpa mereka adalah dalam kehidupan pernikahan dan kehidupan pribadi dari para pelapor wanita.

Namun dalam keluhan-keluhan yang dilayangkan belakangan, rabbi tersebut akhirnya dikenakan hukuman tahanan rumah. Wanita pertama yang melayangkan tuntutan, setelah mendapatkan cemoohan saat memberikan kesaksiannya 18 tahun yang lalu, akhirnya terbukti tidak bersalah. Penangkapan rabbi cabul tersebut bukan pertama kalinya terjadi, tahun lalu, polisi juga menahan seorang rabbi kepala di sebuah kota di utara atas tindakan pelecehan seksual terhadap tiga orang karyawan di dewan keagamaan kota tersebut.

Rabbi berusia 74 tahun tersebut, yang juga melakukan pelecehan terhadap dua orang wanita yang datang ke kantor dewan untuk mendapatkan bimbingan, membantah semua tuduhan terhadap dirinya.

Polisi mencurigai rabbi tersebut melecehkan para karyawan selama bertahun-tahun, dan peristiwa tersebut baru terbukti setelah seorang korban pelecehan melapor pada polisi, kemudian polisi melacak dan menemukan kaitan dengan sejumlah wanita lainnya yang juga mengalami pelecehan seksual. Polisi melaporkan bahwa penyelidikan terus berlanjut dan karena usia tersangka yang sudah lanjut, jika terbukti bersalah, dia akan dikenakan tahanan rumah.

Sementara seorang rabbi yang merupakan aib kaum Yahudi melakukan pelecehan seksual terhadap ratusan orang anak-anak di Brooklyn akhirnya meringkuk dibalik jeruji besi setelah selama 20 tahun menjadi buron karena menghindari proses pengadilan.

Avrohom Mondrowitz, 62, terbang dari Amerika Serikat ke Israel pada tahun 1985 setelah didakwa melakukan pencabulan terhadap anak-anak di komunitas Borough Park, dimana dia bekerja sebagai penasihat dengan surat pengangkatan palsu.

“Reaksi saya adalah, Akhirnya!” kata salah seorang warga yang anaknya menjadi korban pencabulan Mondrowitz, Mark Weiss, 40. “Kami merasa lega karena akhirnya seekor monster telah diciduk dari jalanan.”

Mondrowitz, yang pernah menjadi penyiar radio di kota tersebut, ditangkap di Yerusalem pada tanggal 17 November 2007. Keesokan harinya, dia disidangkan dan dipulangkan kembali ke AS.

Kasus Mondrowitz tersebut merupakan salah satu kasus paling mencengangkan dalam hal pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pemimpin Ortodoks Yahudi yang disegani dan sekaligus pemimpin komunitas pada dekade 1970an da 1980an.

Menurut salah satu harian Israel, Mondrowitz melakukan pekerjaan-pekerjaan aneh sebagai pendidik dan penggalang dana selama berada di Israel.

Selain rabbi yang cabul, kaum Yahudi juga memiliki presiden cabul dalam sejarah negara Israel. Pada hari Kamis, pengadilan distrik Israel di Tel Aviv mulai menggelar sidang dengar pendapat terhadap Katsav, yang sebelumnya dikenakan tuduhan pelecehan seksual.

Mantan presiden tersebut didakwa dalam kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap para pegawai wanitanya ketika dia masih menjabat presiden dan menteri pariwisata.

Selain Itu, para pria Yahudi juga memiliki kebiasaan menjadi orang yang mata keranjang sehingga membuat geram para pemimpin agama di Israel. (dn/htz/nyp/sm/smedia)

AS Membuat Al Quran Palsu di Timur Tengah

Al Quran palsu baru saja beredar di Timur Tengah. Qur’an palsu ini dicetak oleh dua perusahaan Amerika dengan embel-embel “True Furqon” atau Furqonul Haq.

Al Qur’an yang telah bertahan lebih dari 1400 tahun keasliannya, seperti yang kita tahu, adalah kitab suci umat Islam. Berbeda dengan Bibel umat Kristen, Qur’an tdaik punya versi apapun, walaupun dalam berbagai terjemahan, termasuk Al Qur’an yang diterjemahkan oleh para orientalis. Yang dimaksud kaum Orientalis di sini adalah para ilmuwan Kristen yang mempelajari Islam dan Qur’an, dengan niat untuk menjatuhkannya.

Qur’an dan terjemahannya yang beredar selama ini mempunyai 114 surat atau bagian, sedangkan True Furqon yang diklaim sebagai “Al Qur’an Abad 21″ hanya mempunyai 77 surat, termasuk surat “Al-Fathihah, Al-Jana dan Al-Injil.”

Surat-surat di dalam True Furqon tidak dimulai dengan “Bismillah” sebagaimana Al qur’an kecuali surat tertentu. Yang ada setiap surat dimulai dengan kepercayaan Kristen menyangkut konsep Trinitas. Al Qurqan mempunyai 366 halaman yang memakai huruf Arab dan terjemahan, untuk saat ini, bahasa Inggris. True Furqon juga banyak bertentangan dengan kepercayaan Islam. Salat satu ayatnya bahkan menyatakan bahwa poligami dilarang, perceraian diharamkan dan memuat pembolehan sistem perbankan.

FPV dengan Stick Flyer

Setelah terbang beberapa kali dengan RC Jet SB-3 dan berakhir dengan crash, akhirnya saya lanjutkan FPV dengan pesawat model rangka dengan pipa (stick flyer).
Stick Flyer SB-4

Berikut ini rekaman penerbangan terakhir dengan RC Jet SB-3 yang jatuh di Lanud Adisucipto Yogyakarta (17-05-2009).